Kolesterol tinggi sering datang tanpa tanda yang jelas. Banyak orang merasa tubuhnya baik-baik saja, padahal kadar kolesterol dalam darah sudah melewati batas normal. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena gejala kolesterol tinggi bisa memicu penyakit jantung, stroke, hingga gangguan pembuluh darah.
Sebagai orang yang peduli kesehatan, menurut saya kita memang perlu lebih peka terhadap perubahan kecil pada tubuh. Berikut ini 6 gejala kolesterol tinggi yang perlu Anda waspadai sejak awal.
1. Mudah Lelah dan Badan Terasa Berat
Salah satu gejala kolesterol tinggi yang sering diabaikan adalah tubuh yang mudah lelah. Anda mungkin merasa cepat capek meski tidak melakukan aktivitas berat.
Kondisi ini terjadi karena penumpukan kolesterol dalam pembuluh darah menghambat aliran darah. Akibatnya, oksigen dan nutrisi tidak mengalir secara optimal ke seluruh tubuh. Tubuh pun kehilangan energi lebih cepat dari biasanya.
Jika Anda sering merasa lesu tanpa sebab yang jelas, ada baiknya mulai cek kadar kolesterol Anda.
2. Nyeri Dada atau Rasa Tidak Nyaman di Dada
Nyeri dada sering dikaitkan dengan gangguan jantung, dan memang benar. Kadar kolesterol tinggi bisa menyebabkan penyempitan arteri koroner. Saat aliran darah ke jantung terganggu, muncul rasa nyeri atau tekanan di dada.
Rasa nyeri ini biasanya terasa seperti ditekan, panas, atau sesak. Jangan pernah menganggapnya sebagai masuk angin biasa. Jika nyeri dada muncul berulang, segera lakukan pemeriksaan medis.
Baca Juga:
List Cara Menjaga Tekanan Darah Normal secara Alami Menurut Pakar Kesehatan
Gejala ini termasuk tanda serius dari kolesterol tinggi yang tidak boleh Anda abaikan.
3. Kesemutan di Tangan dan Kaki
Kesemutan memang terdengar sepele, tapi jika terjadi terlalu sering, Anda perlu waspada. Kolesterol tinggi dapat menghambat aliran darah ke bagian tubuh tertentu, termasuk tangan dan kaki.
Saat sirkulasi darah tidak lancar, saraf tidak mendapat pasokan oksigen yang cukup. Inilah yang memicu sensasi kesemutan atau mati rasa.
Kalau Anda sering mengalami kesemutan tanpa duduk terlalu lama atau tanpa tekanan pada anggota tubuh tertentu, sebaiknya lakukan tes kolesterol.
4. Sakit Kepala Bagian Belakang
Sakit kepala di bagian belakang bisa menjadi tanda tekanan darah meningkat akibat kolesterol tinggi. Penumpukan plak di pembuluh darah membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.
Tekanan yang meningkat ini sering memicu sakit kepala, terutama di area tengkuk atau belakang kepala. Rasa nyerinya bisa ringan hingga cukup mengganggu aktivitas.
Banyak orang mengira ini hanya efek kurang tidur atau stres. Padahal, bisa saja kadar kolesterol dalam darah sudah tinggi.
5. Muncul Benjolan Kuning di Kulit (Xanthoma)
Gejala kolesterol tinggi juga bisa terlihat secara fisik. Beberapa orang mengalami munculnya benjolan kecil berwarna kekuningan di sekitar mata, siku, lutut, atau tumit. Kondisi ini dikenal sebagai xanthoma.
Benjolan ini terbentuk akibat penumpukan lemak di bawah kulit. Meski tidak terasa sakit, keberadaannya menandakan kadar kolesterol dalam tubuh sudah tidak normal.
Jika Anda melihat perubahan seperti ini pada kulit, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan laboratorium.
6. Sesak Napas Saat Aktivitas Ringan
Sesak napas tidak hanya terjadi pada penderita asma. Kolesterol tinggi juga bisa memicu kondisi ini. Saat pembuluh darah menyempit, jantung dan paru-paru harus bekerja lebih keras.
Akibatnya, Anda bisa merasa terengah-engah meski hanya berjalan santai atau naik tangga sebentar. Jika kondisi ini terjadi berulang, besar kemungkinan ada masalah pada sistem kardiovaskular Anda.
Saya pribadi percaya bahwa tubuh selalu memberi sinyal saat ada yang tidak beres. Tinggal bagaimana kita mau peka atau tidak.
Mengapa Kolesterol Tinggi Berbahaya?
Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk hormon dan sel. Namun, kadar kolesterol jahat (LDL) yang terlalu tinggi bisa menumpuk di dinding arteri dan membentuk plak.
Plak ini mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, serta tekanan darah tinggi. Gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan berlemak, jarang olahraga, merokok, dan stres berlebihan ikut memperparah kondisi ini.
Karena itu, memahami gejala kolesterol tinggi sangat penting agar Anda bisa mengambil langkah pencegahan lebih awal.
Cara Mengurangi Risiko Kolesterol Tinggi
Selain mengenali tanda-tandanya, Anda juga perlu melakukan perubahan gaya hidup. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa Anda mulai:
-
Kurangi konsumsi gorengan dan makanan tinggi lemak jenuh
-
Perbanyak sayur, buah, dan makanan berserat
-
Rutin berolahraga minimal 30 menit sehari
-
Hindari rokok dan batasi konsumsi alkohol
-
Lakukan cek kolesterol secara berkala
Kolesterol tinggi memang sering tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun, tubuh biasanya tetap memberi tanda. Jangan tunggu sampai muncul komplikasi serius. Selalu waspada dan jaga pola hidup sehat mulai sekarang.